Inilah Sistem Quick Count Yang Di Gunakan Di Pilkada DKI

Jagadnews – Pilkada DKI telah selesai dengan hasil kemenangan adalah pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno. Kemenangan ini awalnya ┬ádengan sistem Quick Count, ┬ádan saat ini sudah sah pasangan Anies – Sandi menang atas pasangan petahan Ahok – Djarot. Nah kali ini saya akan mejelaskan sistem Quick Count yang di gunakan dalam pilkada DKI kemaren

Pengertian Quick Count

Quick Count atau perhitungan cepat adalah sebuah proses perhitungan cepat hasil pemilu dengan menggunakan metode sampling dan kemampuan teknologi komunikasi. Sistem ini adalah sistem dari ilmu statik dengan menggunakan sampling yang ada di lapangan.

Penerapan Quick Count

Sistem Quick Count ini lahir dari kebutuhan untuk menjaga agar perhitungan suara pemilu atau pilkada tidak curang. Quick Count menjaga suara pemilih, membantu agar proses pemilu atau pilkada berlangsung secara jujur dan adil.

Di negara-negara demokrasi yang masih baru ini, seperti Indonesia. Kecurangan dalam perhitungan suara sering terjadi terutama setelah dari TPS dan dalam rekapitulasi di TPS. Dengan adanya sistem tersebut dari tingkat TPS dan kemudian di ketahui hasilnya oleh publik. Maka apabila kecurangan terjadi dapat di potong.

Kalau hasil quick count tidak berbeda secara berarti dengan hasil KPU maka kita akan yakin bahwa penghitungan hasil pemilu atau Pilkada berlangsung secara benar. Tidak ada kecurangan yang berarti. Tapi bila terjadi perbedaan yang signifikan antara hasil quick count dengan hasil penghitungan KPU maka salah satunya pasti salah. Ini bisa menjadi bahan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menegakan kebenaran dari hasil pemilu atau Pilkada. Penyelenggara quick count dan proses penghitungan oleh KPU harus diperiksa ulang dengan melibatkan ahli dan petugas berwenang.

Fungsi Quick Count dalam pemilu

Metode quick count ini barangkali lebih familiar di telinga masyarakat dibanding metode lainnya seperti exit polling. Dengan metode ini, partai dan pasangan yang diusung dan terpilih, sudah bisa diprediksi hanya beberapa jam setelah tempat pemungutan suara ditutup. Hasilnya pun tidak pernah meleset.

Hasil quick count memang nyaris sama dengan nyatanya karena sampelnya merupakan jumlah suara faktual di TPS. Hal ini berbeda dengan survei sebelum pemungutan suara, yang sampelnya adalah pemilih yang sangat mungkin mengubah pilihan pada saat pencoblosan.

Meski lebih presisi ketimbang survei pra-pemungutan suara, hasil quick count setiap lembaga juga berbeda-beda. Biasanya, paling besar selisihnya 1 persen. Hal ini wajar mengingat quick count hanya mengambil sampel suara di TPS untuk memproyeksi hasil perolehan suara sebenarnya. Di sinilah timbul kesalahan.

Batas kesalahan bisa ditetapkan oleh masing-masing peneliti atau lembaga, tergantung dari seberapa banyak sampel TPS yang akan diambil. Semakin banyak sampel TPS yang diambil, semakin kecil margin of error sebuah hasil quick count. Semakin banyak sampel TPS, tentu baik pula untuk meminimalisir kesalahan. Namun semakin banyak sampel juga akan memakan banyak biaya.

Cara Kerja Sistem Quick Count

  • Mempersiapkan Perangkat

Mempersiapkan perangkat serta sistem pendukung untuk bisa memberikan data secara cepat ke pusat pengolah data lembaga survei yang melakukan metode quick count ini. Perangkat ini mulai dari komputer untuk meng-input-kan data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data.

  • Pemilihan TPS

Pemilihan TPS sebagai tempat pengambilan data. TPS yang di ambil secara acak berdasarkan pertimbangan jumlah penduduk, jumlah pemilih terbaru, penyebarannya pemilih seperti tersebar dalam berapa kelurahan, dan sebagainya. Singkatnya, proporsional kalau pemilih banyak lokasi sampel (TPS) yang diambil pun banyak serta mewakili karakteristik populasi.

  • Mengambil Sample

Mempersiapkan relawan untuk mengambil sampel dan meng-input-kannya ke sistem data. Jumlah relawan ini cukup banyak untuk mengambil data dari TPS yang telah dipilih.

  • Mengelola Data

Data yang telah didapat akan diolah di pusat data dengan menerapan ilmu stasistik, dari olahan data inilah lembaga survei bisa menghitung secara cepat siapa pemenang pemilu.

Nah itu lah sistem dari Quick Count yang di gunakan pada pilkada DKI kemaren.

poker online terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *