Tukang Sampah Bangun Perpustakaan Gratis dari Buku Buangan

JagadNews – Seorang tukang sampah di Bogota, Kolombia, yang hanya belajar sampai tingkat sekolah dasar, telah membangun sebuah perpustakaan gratis berisi lebih dari 20.000 buku yang dibuang pemiliknya.

Menurut BBC, Rabu 7 Juni 2017, koleksi tersebut mulai dikumpulkan sejak 20 tahun lalu, saat Jose Alberto Gutierrez, mencari-cari salinan novel Leo Tolstoy yang berjudul “Anna Karenina.”

Tukang Sampah Bangun Perpustakaan Gratis dari Buku Buangan

Ia kini menawarkan koleksi bukunya kepada orang lain sebagai sebuah perpustakaan gratis di komunitasnya.

“Saya mulai menyadari orang-orang membuang buku ke tempat sampah mereka. Saya lalu mulai menyelamatkan buku-buku itu,” katanya.

Gutierrez, yang mendapat julukan “Kaisar Buku,” mulai mengumpulkan buku-buku yang telah dibuang ke tempat sampah di bagian pemukiman kota yang lebih kaya.

Dia lalu membawa buku itu keluar dari tempat sampah dan menyimpannya sebagai koleksi.

idrkasino.com

Koleksi buku terbuangnya sekarang digunakan untuk membantu keluarga di komunitasnya untuk membantu anak-anak mereka mengerjakan pekerjaan rumah. Itu adalah sebuah perpustakan gratis yang bernama “Kekuatan Kata.”

“Lingkungan kami miskin, jadi kami mulai membantu,” kata Gutierrez.

Rumahnya sendiri kini sudah sesak dengan buku-buku. Jadi sekarang mereka dengan menggunakan mobil membawa koleksi buku itu ke daerah-daerah miskin di kota atau daerah terpencil tanpa akses ke perpustakaan.

“Semakin banyak buku yang kami berikan, semakin banyak yang datang ke perpustakaan kami,” katanya.

Ia juga menyediakan buku-buku itu untuk para mantan pejuang gerilyawan bersenjata yang tengah didemobilisasi dalam proses perdamaian Kolombia.

Seorang pejuang dari kelompok pemberontak FARC menghubungi dia untuk mendapat buku yang membantu mereka mempersiapkan pekerjaan saat memasuki kehidupan sipil.

“Buku mengubah saya. Jadi saya pikir buku adalah simbol harapan. Itu adalah simbol perdamaian,” kata Gutierrez.

Sekarang, di usia 50 tahun, Gutierrez akan kembali belajar untuk ujian sarjana di sekolahnya, yang pernah dia tinggalkan di kehidupan pertamanya dulu karena kemiskinan.

Situs poker online Indonesia

Leave a Reply