Kejam! Video Agen Korut Siksa Wanita Muncul usai Kematian Tahanan AS

JagadNews – Sebuah rekaman video kebrutalan seorang agen keamanan Korea Utara (Korut) yang menyiksa seorang tahanan wanita beredar. Video muncul setelah tahanan asal Amerika Serikat (AS) meninggal tak lama setelah dibebaskan Korut dalam kondisi koma.

Video yang beredar di LiveLeak pada Senin (26/6/2017), ini merupakan video tahun 2012. Video itu menunjukkan agen keamanan rezim Pyongyang menghajar seorang tahahan wanita Korut setelah dituduh melakukan hubungan seks dengan pria China dan pria Korea Selatan setelah membelot.

Tahanan terlihat dipukul berulang kali dengan kondisi tangan terikat di belakang punggung. Dia juga ditendang di bagian wajah dan rambutnya ditarik selama diinterogasi. Agen Korut yang marah bahkan mendorong wajah wanita itu ke dinding.

manis77.net

Tuduhan asusila diajukan beberapa kali, namun wanita itu tetap membantah. Dalam video juga terlihat gambar darah menetes di dinding di belakangnya.

Karena frustrasi dengan jawaban wanita tersebut, agen keamanan Korut mencekiknya dengan tali sebelum akhirnya melepaskan jeratannya.

 Video Agen Korut Siksa Wanita Muncul usai Kematian Tahanan AS

Belum diketahui siapa pembocor rekaman video kebrutalan agen keamanan rezim Kim Jong-un tersebut. Namun, video muncul setelah pemerintah Donald Trump menuduh rezim Pyongyang menyiksa mahasiswa AS, Otto Warmbier, hingga koma selama menjalani hukuman kerja paksa.

Warmbier yang dijatuhi hukuman kerja paksa 15 tahun di Pyongyang dibebaskan Korut dalam keadaan koma dan meninggal di rumah sakit AS beberapa hari kemudian. Hukuman itu dijatuhkan atas tuduhan pencurian selebaran propaganda pemerintah Korut oleh Warmbier saat menginap di sebuah hotel di Pyongyang.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri DPRK (Korut) membantah bahwa Warmbier disiksa saat berada dalam tahanan. Pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim itu mengecam opini publik tanpa dasar yang sekarang beredar di AS bahwa Warmbier meninggal karena penyiksaan dan pemukulan oleh aparat Pyongyang.

Menurutnya, petugas medis Korut telah justru telah memulihkannya setelah jantung Warmbier nyaris berhenti berdetak. Tapi, pejabat ini tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penyebab mahasiswa Universitas Virginia itu jatuh sakit hingga koma.

Human Rights Watch menyatakan, kematian Warmbier dan luka-luka yang tidak dapat dijelaskan menunjukkan wajah sebenarnya rezim Korut.

idrkasino.com

Phil Robertson, Wakil Direktur Human Rights Watch Divisi Asia, mengatakan bahwa Warmbier dijatuhi hukuman di pengadilan “kanguru” Korut dan kasusnya seharusnya tidak layak diadili.

”Tidak ada yang menduga bahwa Warmbier akan disalahgunakan dengan cara yang lebih mirip dengan cara di mana Korut memperlakukan warganya sendiri, di mana mereka yang membangkang pada pemerintah atau menunjukkan ketidaksetiaan kepada pemimpin Kim Jong-un menghadapi konsekuensi berat, termasuk kematian,” kata Robertson, seperti dilansir news.com.

situs judi casino terpercaya

Leave a Reply